Monday, July 11, 2011

[Life Reflection] Happy Twenty Two! (Part III: Love)

[... cont'd]

3. Cinta
Cinta? Masih seperti tahun2 lalu, saya masih bingung, completely unskilled. Masih terseret-seret pengetahuan saya semenjak kepercayaan tentang cinta roboh beberapa tahun lalu. Tapi, di umur saya 21 beranjak 22 tahun kmrn, tanpa saya inginkan, something happened to my love life.

Saya tiba2 bertemu dengan seorang pria di kampus (note: sebelum masuk ke Hukum, saya sudah mutusin untuk ga ngurusin hal2 ini dulu, fokus kuliah dulu). Yep, pria yang saya ceritakan disini. Pria yang saat pertama kali melihat, POPPED!, kata yang terlintas di kepala adalah “marriage” (-_-)"a. Pria yang “indah”, tidak tahu dari mana, tapi "indah". Satu semester sudah berlalu dan saya masih belum bisa memahami sama sekali perasaan saya ke dia dan mengapa bisa. Entahlah, dia benar-benar membangkitkan sesosok wanita lembut saya seperti beberapa tahun lalu. Rasanya seperti ingin menjaga dia, menolong dia sebagai seorang wanita. Saya tidak mengakuinya sebagai cinta sekarang (karena belajar dari pengalaman lalu, saya harus mengenal seorang pria dulu sebelum ke suatu term yang serius, yaitu cinta), tapi sampai saat ini, dia sudah membuat saya melakukan beberapa extraordinary things. Extraordinary things yang ga pernah saya lakukan ke pria2 lain beberapa tahun ini. Saya ga bs menjelaskannya, tapi saya tahu pria ini berbeda & akan sll memperlakukannya berbeda.

Tapi anehnya, seiringan dengan perasaan saya yg ga bisa dijelaskan, ada perasaan legowo klo Tuhan berkehendak lain, jika bukan saya yang menjaga dia di sisa hidupnya nanti. Ntahlah kenapa perasaan legowo ini ada karena saya udah belajar merelakan di hubungan yang sebelumnya atau gimana. Tapi dari awal saya memperhatikan dia hingga sekarang, saya selalu melihat dia laki2 yang baik utk diajak di dalam suatu hubungan & setia dari awal. Saya benar2 berharap dia bisa dapat wanita yang terbaik, walaupun saya ingin menjadi wanita yg terbaik itu sejak saya pertama kali bertemu.

Itu saja yang bisa saya ceritakan mengenai pria ini. Benar orang yang baik, benar2 perasaan yang indah, dan saya tidak mau meninggalkan perasaan yang indah ini dengan begitu saja dalam keadaan yang tidak indah.

Terakhir, untuk hal pasangan saya menikah nanti, saya tidak mau keras kepala lagi sekarang. Saya berpikir, mencari kriteria orang yang disukai / dicintai itu berbeda dengan mencari kriteria orang yg bisa kita ajak nikah. Dan saya benar2 bodoh dalam kedua hal itu. Terserah kriteria terbaik Tuhan seperti apa & membawa saya ke proses mana. Kalaupun harus ngalamin beberapa kali jatuh-bangun-cinta lagi, saya tidak akan takut utk patah hati dan tidak mau menjadi “bodoh” atau terhenti lagi, karena saya percaya pada akhirnya Tuhan akan ngasih pria yang TERBAIK ke saya. Pria yang benar2 menyadari peranan Tuhan di dalam hidupnya. Pria yang bersama2 bisa diajak utk membangun “mezbah Tuhan” di dalam keluarga. Pria, yang ketika melihat dia, saya bisa melihat wajah Tuhan di dalamnya.

Pria yang bisa melihat saya & pernikahan & keluarga nanti, tidak dari sudut pandang cinta manusia, tapi dari cinta Ilahi yang ada di Alkitab. Pria yang melihat saya & anak2 dengan definisi kasih ini
:
1 Korintus 13:4-7 :
13:4  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5  Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6  Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7  Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.


Definisi pernikahan untuk saya sekarang adalah berdasarkan itu. Ya, hanya berdasarkan itu. Saya ingin sekali menikah dengan pria yang berdedikasi ke Tuhan & saya yakin suatu hari nanti Tuhan akan memberikan pria itu dan yang benar2 memahami ayat 1 Korintus 13 di atas. Dan Tuhan juga akan menjadikan saya menjadi seorang wanita yang seimbang dengan pria tersebut.

------------------------------------------------------------

Sekian review hidup saya ini hingga umur saya 22, teman2. Terima kasih untuk teman2 dekat saya yang sudah membantu mendewasakan saya selama ini. Sampai jumpa tahun depan, teman2! :) :)

[Life Reflection] Happy Twenty Two! (Part II: Parents)

[... cont'd]

2.    Orangtua
Orangtua .. orangtua saya dan saya sangat berbeda sekali. Banyak hal, mulai dari cara melihat agama, teman, tetangga, dan yang paling utama berbeda adalah KEBEBASAN. Ayah & ibu saya OVER-PROTECTIVE terhadap anak2nya, sedangkan saya tipe manusia yang sangat membutuhkan kebebasan dan kepercayaan. Saya tidak habis pikir kenapa orangtua sering melarang utk mengetahui lebih banyak lagi hal di luar sana. Saya ingat dari saya kecil, alasan saya sering marah2an terhadap ortu adalah karena ini.

Tapi satu tahun ini belakangan ini, saya berpikir tentang suatu hal mengenai orangtua saya. Mungkin memang cukup banyak hal yg SANGAT berbeda di antara saya dan orangtua saya, mungkin banyak hal yang akan selalu membuat saya dan orangtua saling sleg2an, tapi setelah saya mengintropeksi ke belakang lagi, saya berterima kasih, sangat berterimakasih ke orangtua saya atas 3 hal. 3 hal penting  yang sudah diajarkan orangtua saya, dimana benar2 menjadi bekal sangat penting di hidup  saya sekarang. Hal-hal ini berperan besar dalam membantu saya menata hidup kembali sekarang.

Satu, mengenai hal mendengar orang lain. Dulu saya ingat, sejak kecil, saya memang suka menanyakan & berdiskusi tentang segala sesuatunya. Belum selesai orang menjawab, saya sudah bertanya lagi. Ayah saya paling tahu itu, karena dia orang yang paling sering saya tanya. Saya ingat, suatu hari, saya lupa kapan persisnya, yang pasti saya masih SMA, saya sedang berdiskusi dgn ayah dan kemudian saya ditegor KERAS oleh ayah saya karena saya selalu tidak sabar untuk mendengar jawaban atau penjelasan orang lain secara komplit dulu. Selalu memotong giliran orang lain menjawab dengan pertanyaan/pendapat. Kalau kamu mengajukan pertanyaan, kamu harus sabar mendengar jawaban juga, kata ayah. Saya merasa disitu mendapat sesuatu yang sangat keras. Saya seperti terlempar ke masa lalu mengingat2 cara saya berbicara sebelumnya, dan mmg iya. Sejak itu, perkataan ayah saya itu selalu jadi pengingat & membentuk cara saya berkomunikasi sekarang, seperti teman2 bisa lihat. Saya sangat bersyukur bisa mendapat pelajaran itu dari ayah, karena semakin kemari saya semakin menyadari mendengar orang itu sangat penting. Itu sesuatu yang harus disadari & dipunyai setiap orang.

Hal kedua, mengenai hal tidak boleh cepat menyerah. Ayah saya lagi2 orang yang paling mengenal saya di rumah. Ayah saya tahu banget saya ini mempunyai “bakat” cepat menyerah dari kecil. Saya ingat banget, waktu SD saya sering minta ngerjain peernya cuma sama bokap. Minta digambarin, minta dikerjain tugas matematika perkalian yang ga bisa saya selesaikan lah dll. Hingga sampai awal kuliah di Psiko, saya masih jadi orang yang cepat menyerah. Tapi, masalah2 yang menimpa saya di Indonesia menjadi titik balik saya dalam hal ini. Sewaktu menghadapi masalah2 itu, ayah saya selalu menasehati dan menyemangati saya, “Hidup ga boleh cepat menyerah, nak. Klo menyerah sekarang, lantas apa yg akan kamu  dapat di masa depan? Apa yg kamu lakukan di masa depan?”. Saya memahami nasehat itu dengan proses yg sangat sulit sekali, hingga suatu titik saya benar2 menyadari mau ga mau, hidup memang harus dijalani & ga boleh menyerah hanya karena kesulitan di satu bidang hidup saja. Dari titik balik itu, saya mulai tetapkan dalam hati hingga sekarnag, mau segimanapun masalah saya yang datang, saya tidak boleh cengeng, menghindar, dan menyerah. Harus berani keep head up & menghadapi menyelesaikan masalah itu.

Hal ketiga, adalah hal tentang kesabaran. Kali ini ibu saya yang berperan dalam hal ini. Jujur saja, saya sudah cukup banyak mengecewakan orangtua saya dengan melewatkan banyak kesempatan demi ego saya. Demi ego saya itu, saya juga harus menghadapi masalah2 sebagai konsekuensi atas itu. Saya cukup lama melewatkan masa2 sulit, tapi selain dukungan tetap maju dari bokap, nyokap juga punya peranan yang sangat besar dalam hal saya menata hidup sekarang. Ibu memang bukan pemberi saran yang baik (karena pada dasarnya cerewet :)), tapi dalam menghadapi saya beserta masa2 sulit dulu, saya bisa merasakan kesabarannya. Selama masa2 sulit saya itu, nyokap ga pernah marah2 ke saya, walaupun saya tahu dia juga tertekan. Jika saya melihat gambar lebih besar tentang ibu saya, saya bersyukur mempunyai dia. Saya bersyukur mempunyai role-model bagaimana seharusnya seorang wanita. Dia mengajarkan bahwa kriteria satu2nya yang paling menggambarkan wanita adalah SABAR. Wanita itu harus sabar. Terhadap segala sesuatu. Agar dapat menjadi pilar penahan juga, apabila kepala keluarga tidak bisa menjadi pilar penahan keluarga.Saya ingin menjadi wanita yang sabar seperti ibu saya.

Belum ada hal yang bisa dibanggakan & bisa diberikan dari saya ke ayah & ibu saya sekarang. Saya masih payah, masih harus byk ditempah. Tapi, saya bersyukur, saya masih memiliki ayah & ibu yg masih bisa menemani, saya bersyukur mempunyai ayah & ibu adalah mereka. Benar bukan kebetulan atau main dadu, Tuhan memilihkan siapa orang tua kita. Saya cuma bisa bilang, dari hati saya yg terdalam sebagai anak, mereka benar2 sudah menjadi orangtua yang sukses menjalankan perannya dengan baik. Mereka berhasil mengajarkan anaknya menjadi pribadi yang lebih baik, menyadarkan anaknya harus benar2 bertanggungjawab terhadap hidupnya, dan semakin menjadi pribadi yang dewasa. Tuhan HARUS melihat itu.

[Life Reflection] Happy Twenty Two! (Part II: GOD)

Holaaa teman2 ^ ^, akhirnya saya balik ke blog lagi & akhrinya bisa punya cukup banyak waktu untuk menulis sejenak entri tentnag review hidup saya hingga umur 22 skr ini J

Well, yes 1 Juli 2011 kemarin akhirnya saya resmi mengakhiri masa lajang umur 21 saya.

There are still not many big accomplishments I made again, but I know my life is in right track now. And something in me keeps growing & better.

Ok, umur 22 ... lets see saya sudah mempelajari apa saja ya ... here they are, beberapa hal yg saya pikirkan di hidup selama setahun ini :

I. Tuhan
OK, ini poin yang pertama saya tulis, tapi terakhir yang saya selesaikan hehe. Mulai menulis beberapa baris, terus bingung dan berhenti menulis poin ini, kemudian beralih menulis poin “orangtua” & “cinta” terlebih dahulu. Kemudian balik ke poin “Tuhan” ini lagi. Poin yang sangat sulit dimulai dari mana.

Hmm tentang Tuhan .. apa yang saya tahu tentang Tuhan hingga genap umur saya 22 tahun ini?

...

Saya merasa masih banyak yang harus saya pelajari tentang Tuhan. Benar2 banyak, literally. Saya bingung mau nulis apa. Yang satu2nya saya ingat selama setahun ini : Harus  mengandalkan Tuhan selalu. Apapun yang terjadi & ajaran2 Tuhan yang saya pelajari setahun ini, yang harus selalu dipegang adalah : Harus mengandalkan Tuhan selalu. Itu yang membuat seseorang bisa terus bertumbuh dalam iman.

Dan oia, satu ajaran Tuhan yang benar2 nampol saya banget di akhir umur 21 tahun kemarin, setelah sekian lama saya coba pikirkan, memang tidak ada manusia yang benar2 di atas manusia yang lain. Baik seseorang sudah mengenal Tuhan lebih lama daripada yang lain, tetap tidak menjadikan dia lebih baik atas sesamanya. Akan selalu ada kekurangan2 spiritual di setiap orang yang mana membutuhkan orang lain untuk menegur & mengajarnya. Judging people with love and be ready to receive correction with humbleness as well.

                                                                                                    [... cont'd]

Friday, July 08, 2011

Standar Ganda Korupsi Masyarakat Indonesia :)

Tadi di jalan saya tiba2 berpikir apakah keadaan bernegara yang semakin bobrok terjadi di Indonesia mungkin adalah karena keadaan masyarakat & dosa masyarakat sendiri? Di masyarakat, seperti kita sadari sendiri KKN adalah bukan kata & praktek yang asing, baik hal-hal yang kecil ataupun besar, baik untuk pekerjaan yg sederhana, seperti mengurus KTP saja masyarakat masih “mengaminkan” penyuapan, hingga ke pekerjaan besar seperti PNS, yg mana MASIH BANYAK anggota masyarakat yang menyuap masuk. Memang aneh rasanya, jika masyarakat yang korupsi menginginkan pemerintahan yang tidak korupsi. Jangan2 pemerintah sekarang dibuat semakin korupsi & bobrok sebagai sentilan dari Tuhan karena masyarakat sendiri masih tidak menyadari dirinya juga melakukan korupsi? Supaya masyarakat sadar bahwa pemberantasan korupsi itu harus dimulai dari bawah, dimulai dari yang menuntut hilangnya korupsi itu sendiri.

Kalau anda sendiri, bagaimana pendapatnya tentang alasan kenapa korupsi Indonesia bisa seperti lingkaran setan seperti sekarang ini? :'(

Wednesday, July 06, 2011

Don't Make Me Love You (Till I'm Ready)

Don't make me love you till I'm ready
Don't make me give you more than my kisses
I need you to go slow and steady
Don't make me love you till I'm ready

Oh, why you wanna rush into my life
Don't you wanna stop and get to know me better
We got all the time in the world tonight
And if we're meant to be we'll be together, hmm
Stay around just slow it down
Till we find out if we got what it takes

Don't make me love you till I'm ready
Don't make me give you more than my kisses
I need you to go slow and steady
Don't make me love you till I'm ready

Everything I know about you so far
Makes me believe that you're the one for me
But there's still a lot that's on my mind
And I need time before we go further
Don't you see?
So hold me, hold me
But don't be thinking I don't want you too

Don't make me love you till I'm ready
Don't make me give you more than my kisses
I need you to go slow and steady
Don't make me love you till I'm ready

It's been a little bit of a mystery
Let's wait till we have a bit of history
Behind ourselves ooh yeah
You don't got to be in such a rush
We can live for the moment if we trust
We'll be right here tomorrow, oh yeah


Don't make me love you, love you
Don't make me give you, uh, uh
I need you to go ooh yeah
Don't make me love you, uh, uh, oh yeah


I wrote this because I am a big fan of Christina ^^ hahahaha

Wednesday, June 29, 2011

Janganlah bangga dengan wajahmu yang tampan atau cantik, karena wajah terakhirmu adalah tengkorak.
Janganlah bangga dengan rumahmu yang megah,
karena rumah terakhirmu adalah kuburan.
Janganlah bangga dengan tempat tidurmu yang empuk,
karena tempat tidur terakhirmu adalah tanah.
Janganlah bangga dengan sederet gelarmu,
karena gelar terakhirmu adalah almarhum.

~ Dari Buku Renungan ~

Tuesday, June 28, 2011

MY WORST NIGHTMARE!

Ok, this morning I got woke up with terrible feeling. I had a nightmare .. THE WORST WORST WORST NIGHTMARE I’ve ever had in my entire life!! X_X.

It's about death. I dislike death, especially if people I love died.. that's the reason why I NEVER want to attend burial ceremony; mourning in home is still okay to go.

So, the nightmare was about my friend (who is very meant to me) died. Lets call "H". In that dream, H was dead because of train accident. I was told by someone in that dream that he died because stood up near the neck of train wagon, then there were some shakes, and he lost balance and fell off to under the rails of train. Can you imagine that?? It's too scary information in dream.

Then after I heard his dead news, I was histerically shocking & grieving in the dream.

Before I heard the news, a couple days ago I still met him (still in dream). I met him in one fine dining restaurant. I am not quite sure it was accidental meeting or because we attended same party. But I knew, I was quite shocked to meet him there, we stared each other for a while, then nothing happened or even said (as usual?) and we went back with our agendas. He was with his friends, sowas I. I remembered that, I actually had something to say to him in the dream, really wanted to say something. I was feeling unpleasant, uncomfortable there. But until I got out from restaurant, I still didn’t say anything. But what I remembered, I saw from his face, that he had a great time with his friends. I was quite happy to see that.

And suddenly I heard the news he died of train accident...  BUMP!! My heart.

I couldnt decribe you exactly about my feeling in the dream, but really, it was so painful scene. Really painful. Even I felt the bump as if real happened.

Then, in that dream after heard the news, I confirmed to some of my colleagues “Is it real? Is he really died??” as if I wouldnt believe it .. I kept asking, kept asking, kept asking. I couldnt accept the fact he died. I even felt it so real. It felt like, we tried to go back to reality, but our dream is too scary & "real", so we felt the dream is our reality. Have you ever got kind of feeling?

Then thanks Goodness, I woke up. To the  real reality. Then I really thanked for the accident was FORTUNATELY just a dream. You had the heat, the sweat, and little water in the edge of your eyes.

***

I don’t know what this dream was talking about. Some kind of subconcious dream under our id, like Freud psychoanalysis theory said? Or maybe trying to tell me something that I should have done in real life? I still wondered why this dream popped up after I decided to leave some stories keep unsaid. This dream might be encouraging me to change my mind.

Maybe I really need to say those feelings. Maybe I do need to tell it before anything bad happen, or I would be feeling sorry in rest of my life later.

Aghh I definitely still don’t know what to do right now. = ="

A(R)M.OUR

"Rindu itu kode rumah yang sebenarnya. Jika rindu, tinggal pencet bel."
- Linda aka KelinciApel - 

Tuesday, May 17, 2011

Melihat Pernikahan Dengan Tidak Sempurna

Entri ini khusus dan teristimewa untuk kakak, teman, sekaligus yg sudah saya anggap sperti “mami” sendiri.

Gladies Petra.

You wouldnt know how Abraham's story, we discussed, has effected my mind so much, lady LOL. Couldnt appreciate it more than understanding itself. :)

**
 
Dalam memulai hubungan, biasanya ada yg menjadi pemicu saya tertarik dgn seseorang. Pasti. Bisa penampilan, bisa ada rasa ‘seerrr’ yg tdk bisa terjelaskan di dalam dada, bisa krn enak diajak ngobrol, dll. Keinginan berkenalan pun terjadi. Msh ingatkah alasan awal knp berkenalan? Ingatlah lagi, momen itu salah satu yang paling membahagiakan menurut saya. :)

Kmdn, dari brkenalan, trnyata semakin serius lagi tertarik. Ternyata dia jujur banget, ternyata dia easy-going banget, dan pujian2 menyenangkan lainnya. Dari menjelajah mall sampai hotel, dari pagi sampai sore, sudah dijalani bersama2. Sampai di suatu titik ekuilibrium, terjadilah titik tertinggi dimana kita menuntut kesempurnaan dari pasangan. Anehnya gampang sekali, kesempurnaan yang ada sebelumnya itu mendadak menjadi sirna. Ketika sedang ada di atas, bisa melihat ke bawah, ternyata tidak seindah selama ini diidam2kan, dan kepercayaan menjadi goyah, Misal, oh ternyata orangnya ember. Suka menceritakan rahasia yg seharusnya milik berdua ke teman-teman. Bagaimana aku sangat ketakutan melihat kucing yang mengedipkan matanya padaku. Bagaimana aku sangat bahagia saat malam kencan pertama kali, hingga sebelum tidur pun saya terus2n berterima kasih. Bagaimana aku sangat bergetar saat mencium dia pertama kali.

Apa dia tidak malu juga saat dia bercerita itu ke teman2nya?

Putus.

Lalu saya cari pacar baru lagi. Karena itu sesuatu pelajaran yang sangat besar, saya lebih ektra hati hati lagi dalam mencari. Skr lebih suka dan melirik yang pendiam sekarang daripada yang mudah ngomong. Ya, mmg masa lalu ga bisa dilepaskan. Ga perlu dilepas juga. Bukan berarti mnjadi tidak maju, tapi dijadikan pengalaman dan memang akan sll jadi memori berharga kan?

Kemudian, ketemu orang yang cakep luar biasa. Cara menganalisa masalahnya juga luar biasa. Pendiam pula. Yang paling penting, dianya jg menyambut. Tunggu apa lagi, umur sudah 23 tahun, nanti kira2 3 tahun berpacaran, then pas banget nikah umur 26 tahun sesuai rencana.



Jadian.
 

Tak terasa sudah berjalan 1 tahun. Semakin cinta. Dan ternyata mmg dia sangat pintar menjaga rahasia. Mungkin itu alasan dia pendiam ... Namun, oh Tuhan, kenapa dia juga diam terhadapku?  ..... apa jadinya hubungan ini tanpa komunikasi? Bagaimana kepercayaan ada jika tidak ada komunikasi? Bagaimana akan bisa mau saling memahami, jika tidak ada kpercayaan? Bagaimana bisa langgeng pernikahan nanti jika tidak bisa saling memahami?

Tapi, saya sudah menetapkan hati, cinta harus bisa menerima apa saja. Tetap tetapkan. Pokoknya cinta ini mengalahkan “ayan” itu. Apalah artinya “ayan” Romeo di dalam cerita jika Romeo sudah mendapatkan hati Juliet? Penonton hanya melihat cinta!

Namun,  masih ada satu lagi masa depan yang menakut nakuti saya. Katanya penyakit jantung itu menurun ke anak ya? Cari tahu bagaimana mencegahnya, walaupun tidak mungkin mencegahnya. Semakin banyak info yang didapat, semakin mengerikan. Semakin berat memikirkannya sendiri. Wajah cakepnya berubah menjadi standar. Pinternya yang diam tidak menanyakan kegelisahanku, malah terkesan goblok sekarang.

Putus. 7 ember airmata sudah saya sediakan. Hati terpecah2 lagi. Mengapa malang nasib ini? Apa salah Tuhan sehingga tidak ada jodoh yang aman bisa Dia sediakan untukku?

***

Umur 24 tahun.

Pendorong maju adalah masa lalu, tapi yang memutuskan adalah masa depan.

Masa depan sudah saya putuskan untuk cari pacar lagi. Tidak boleh kalah dengan kepahitan. Mati dua, masih ada 2 milyar lagi yang hidup. Kali ini kalau ketemu yang bisa bikin serrrr, tidak ember, pinter, dan ga “ayan”, saya akan membawanya ke dokter segera.

Benar,  ke dokter untuk cek kesehatan dan riwayatnya. Supaya tak ada lagi penyakit yang menjadi penghalang jodohku kali ini. Tak mau putus lagi. Tak mau sakit hati lagi.
Hmmm .. dan tiba2 dapat yang cakep, kulit eksotis, tinggi, baik dan dewasa. Apalagi dia dokter. Tak usah ke dokter, sudah sehat deh hehehe

Oh iya satu lagi, dia anak tunggal. Bapaknya punya media anu. Wakakakakaka.

Ah, akhirnya dapat juga yang sempurna. Hidup ini memang adil, masa lalu memang selalu menjadi pengalaman yang paling berharga.
…





Namun ...


...........

Tiba tiba .. saya jatuh dari kursi goyang !

Ha? ha? HA, HA? SHOCK SAYA!!

...

JIANCUUUK, JENGKEEELL!!!

Arghhh, saya jatuh dengan posisi yang tidak lebih pintar dari seorang keledai !!

GRRRR bodoooh!!!

Setelah terbangun dari mimpi itu, saya sadar saya ga bisa mendapatkan sesuatu yang sempurna. Bahkan untuk pernikahan sekalipun. Akan tidak dapat berjalan sempurna oleh manusia. Mendoakannya untuk berjalan sempurna pun sepertinya akan sia sia. Karena manusia yang menjalankannya.

Apa yang bisa kita lakukan jadinya? Saat hati sedih melihat ketidaksempurnaan manusia dan harus menghadapi itu datang ?

Mungkin, seharusnya kita memang tidak mudah menyerah.

Bertahan untuk cinta. (mohon jangan diimaginasikan D Bagindaz - Satu Cinta :D LOL)

Mengingat saat-saat awal berhubungan.

Mengingat alasan mengapa mmutuskan memilih dia untuk menjadi pasangan hidup.

Mengingat lagi kelebihan2 pasangan yang pasti lebih banyak dibanding kekurangan yang cuma satu atau dua saja.

Katanya itulah gunanya pengenalan yang banyak. Supaya bisa dapat mengaplikasikan kesabaran dalam pernikahan nantinya.

Tidak sempurna itu ok. Salah ketik beberapa huruf juga ok,. Yang penting tetap berusaha melakukan yang terbaik dan tetap merengkuh makna. Yaitu saat dimana kita mempunyai seseorang yang bnr2 harus dijaga, baik atas kelebihan dan kekurangannya, itulah pernikahan dari yang sudut yang tidak sempurna, menurut saya.


Gladies adalah Gladies dari awal. Dengan kelebihan dan kekurangannya.

Michael adalah Michael dari awal. Dengan kelebihan dan kekurangannya.

Ingat dan bawa itu selalu juga dalam bahtera pernikahan.

Tuhan menjadi dasar, dan kesabaran dari cinta kasih menjadi penuntunnya.


Untuk teman-teman saya, GladiesPetra & Michael Kemur.

Happy Wedding 17 Mei 2011.

Tak bisa terucapkan rasa sayang dan doa terhadap pernikahan, selain dari tulisan ini.

Binded by love, guided by faith. 

-----------------------------------------------------------------------------

Untuk “mami” aka Gladies,
Mami pernah bilang ke aku “Klo tahu kamu pernah suka sm Michael, mami ga deketin Michael deh”. Jawaban aku masih dan akan tetap sama Mi, “Ya cuma suka doang Mi. Ibarat klo pilih2 lawan jenis favorit di majalah2 gitu. Lagian klo namanya jodoh, pasti ga ketukar deh, Mi.”

And you can see, jodoh bener2 ga ketukar kan Mi? :D

Peluk cium atas pernikahan mami.
Salam sayang selalu.

Tuesday, May 10, 2011

Vegetable Joke

Broccoli: "I'm not happy with my looks .. I look like a tree! =["
Walnut: "And I look like a brain!"
Mushroom: "That's not too bad .. I look like an Umbrella!"
Banana: "Can we please change the topic!?! X___X "

:))) LOL