Thursday, July 28, 2011

Bukankah begitu, Cinta?

Cinta — kata itu terlalu sering dirapalkan, teramat acap dihapalkan.
Seindah lembayung senja, seteduh berkah rembulan.
Namun ketika teresap terbilangkan, aku pikir kesucian dan maknanya bisa memudar,
——— secepat embun pagi yang menguap di bawah terik hitam matahari.

Ada kah yang merasa begitu?
Ketika cinta terkatakan, hilang kemurniannya?

3 comments:

Noe said...

terlalu sering sih, Iya. :D.

Anonymous said...

Noooooooooooooooooooooooooooo...
Kau mengatakan kata paling suci sedunia, Yul. Hehehe. Mau debat, tentang cinta?

Tau menghubungiku kemana kan ya? YM, Facebook. Tapi jangan twitter.

-Ubi Caritas et Amor, Deus ibi est-

Linda Regina said...

Yg di atas pasti Dinand ! :)) LOL

Post a Comment